Januari baru saja memasuki tanggal pertengahan, dunia perbukuan telah diramaikan oleh buku-buku baru yang memantik perhatian publik—berpotensi sebagai best seller nasional. Institut Penprin mencatat ada tiga buku yang terbit tahun 2025 yang kemudian mendapatkan respons luar biasa oleh pembaca Indonesia pada awal 2026.
Berikut ketiga buku fenomenal dari jenis buku nonfiksi pada awal 2026 yang dirangkum oleh Institut Penprin.
Broken Strings Karya Aurelie Moeremans
Brokens Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah merupaka memoar personal dari selebritas bernama Aurelie Moeremans. Ia mengisahkan pengalaman Aurelie sejak masa remaja, terutama mengenai pengalaman grooming, manipulasi emosional, dan kekerasan dalam hubungan tidak sehat yang ia alami sejak usia sekitar 15 tahun. Narasi ditulis secara jujur tanpa romantisasi, menunjukkan bagaimana hubungan yang tampak penuh perhatian berubah menjadi kontrol dan eksploitasi, serta perjalanan panjang Aurelie untuk berdamai dengan trauma dan melakukan self-healing. Tema besar buku meliputi trauma psikologis, manipulasi dalam relasi, dan proses bangkit dari masa lalu yang pahit.

Fakta-fakta Broken Strings:
- Buku ini terbit awal secara digital dalam versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada Oktober 2025 dengan ketebalan 220 halaman dan dibagikan secara gratis.
- Buku ini viral di media sosial, terutama di kalangan generasi muda karena menyentuh isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka oleh figur publik seperti grooming dan kekerasan emosional.
- Pembaca buku ini diperkirakan mencapai belasan juta orang dan terus bertambah hingga kini.
- Banyak pembaca — termasuk penyintas kekerasan — menyatakan bahwa mereka merasa terwakili dan dikuatkan, memberi mereka keberanian untuk speak-up tentang pengalaman sendiri.
- Keputusan penulis untuk merilis buku secara gratis dalam bentuk digital (PDF dua bahasa) membuat pesan buku ini mudah diakses luas dan meningkatkan penyebarannya di komunitas daring.
Ada informasi buku ini akan dirilis kembali dalam bentuk buku cetak. Beberapa warganet berkomentar tentang hebohnya buku ini dengan minat baca masyarakat Indonesia. Buku ini yang dibaca jutaan orang dalam tempo singkat ternyata menunjukkan tingginya minat baca orang Indonesia.
Prinsipil Ekonomi Karya Ferry Irwandi
Buku ini mereka debut awal Ferry Irwandi — seorang konten kreator dan pemengaruh — dalam penerbitan buku. Tujuannya menjadikan topik ekonomi lebih mudah dipahami oleh pembaca umum, terutama generasi muda. Alih-alih gaya akademis yang berat, buku ini dipenuhi penjelasan ringan dengan referensi budaya populer (misalnya contoh-contoh dari film, olahraga, atau anime) sehingga konsep-konsep ekonomi seperti kelangkaan, insentif, dan kebijakan menjadi lebih relatable.
Ferry sendiri dikenal sebagai sosok yang pernah menjadi ASN di Kementerian Keuangan lalu memutuskan mundur dan berkiprah dalam berbagai aktivitas edukasi masyarakat melalui Malaka.
Buku Prinsipil Ekonomi seyogianya diluncurkan secara resmi pada 16 Desember 2025. Namun, Ferry terlibat langsung memberikan bantuan kepada daerah terdampak banjir bandang di Sumbar, Sumut, dan Aceh sehingga buku itu hanya diluncurkan seadanya. Buku tersebut diterbitkan secara self-publishing melalui MalakaBooks dengan gaya penyajian Graphic Guides.

Di akun IG-nya, Ferry mengabarkan bahwa buku itu sudah terjual 10.000 eksemplar hanya dalam tempo 23 hari. Sebuah pencapaian yang tidak terbayangkan olehnya karena prediksi awal secara konservatif hanya akan laku 500–1.000 per bulan.
Sosok Ferry yang menginspirasi kaum muda dan rasa ingin tahu terhadap isi buku itu tampaknya menjadi faktor minat tinggi anak muda untuk membaca. Di IG, Ferry menulis teks iklan berikut ini:
Buku ini gak akan bikin kalian jadi profesor ekonomi, jadi The Next Purbaya, atau penyelamat yang melindungi Indonesia dari hantaman krisis ekonomi global tapi buku ini bisa bikin kalian “nyampe” buat ngobrol di tongkrongan.
buku pengantar ekonomi paling gaul dalam tatanan tata surya. pesan sekarang! linkn di bio @malakabooksid dan ogut
Sikat!
Fakta-fakta Prinsipil Ekonomi:
- Buku Prinsipil Ekonomi dengan ketebalan 124 halaman telah terjual 10.000 eksemplar pada periode pertama dengan sistem pre-order dan sedang dibuka PO kedua.
- Cara penyampaian yang menggabungkan ekonomi dengan budaya pop membuat buku ini menarik bagi pembaca yang sebelumnya merasa ekonomi “terlalu serius” atau rumit. Gambar-gambar pada buku ini dibuat langsung oleh Ferry.
- Ferry sudah mempunyai basis audiens besar dari kanal YouTube dan media sosialnya sehingga buku ini langsung mendapat perhatian luas dari pengikutnya — termasuk para pembaca muda yang ingin memahami ekonomi lewat sudut pandang yang segar.
- Banyak pembaca yang merasa buku ini memecah hambatan pemahaman ekonomi, menjadikan tema serius itu terasa relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsipil Ekonomi menjadi fenomenal karena berhasil menjembatani jurang antara literasi ekonomi formal dan cara komunikasi yang lebih populer sehingga membuka ruang bagi diskusi ekonomi yang lebih luas di komunitas muda.
Reset Indonesia Karya Farid Gaban dkk.
#Reset Indonesia: Gagasan untuk Indonesia Baru adalah karya kolektif yang lahir dari perjalanan panjang tim penulis jurnalis — Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, Benaya Harobu — dalam mengamati beragam problem struktural Indonesia, mulai dari politik, ekonomi, hingga lingkungan. Uniknya buku itu ditulis oleh jurnalis empat generasi, yaitu Farid Gaban (Baby Boomer), Dandhy Laksono (Generasi X), Yusuf Priambodo (Generasi Y/Milenial), dan Benaya Harobu (Generasi Z).

Buku ini mengkritik tatanan sosial dan politik saat ini, sambil menawarkan gagasan dan solusi radikal untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan. Topik-topik yang dibahas termasuk kritik terhadap sistem politik yang stagnan, ketimpangan pembangunan antar-daerah, kebutuhan reformasi agraria, hingga pendekatan baru terhadap pendidikan dan demokrasi.
Terbit September 2025, buku ini memantik perhatian masyarakat pembaca di tengah situasi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Pelarangan diskusi buku ini di Madiun pada Desember 2025 sempat menjadi topik berita yang menimbulkan reaksi warganet.
Bakti Suryo (07/01/26) dalam Jurnaba.co menulis berikut:
Buku Reset Indonesia bukanlah tutorial mengembalikan Indonesia ke setelan pabrik. Namun cetak biru untuk menata ulang menuju Indonesia Baru.
Buku Reset Indonesia adalah produk ekspedisi empat jurnalis berkeliling Indonesia. Sebuah ekspedisi panjang untuk melihat Indonesia jauh lebih dekat dan mendalam. Pengalaman dan pengamatan langsung dari lapangan mereka rangkum ke dalam satu buku. Sebuah buku yang berjudul Reset Indonesia: Gagasan Tentang Indonesia Baru.
Fakta-fakta #Reset Indonesia:
- Buku setebal 448 halaman ini diterbitkan dalam dua versi, yaitu versi reguler dan versi hemat dengan perbedaan pada bahan fisik buku.
- Buku ini menjadi bahan diskusi intens di masyarakat, terutama di kalangan intelektual, aktivis, dan generasi muda yang terpanggil dengan gagasan perubahan sistemik.
- Pendekatan kritis yang mengajak pembaca untuk “membaca ulang Indonesia” — bukan sekadar kritik, tapi membayangkan ulang arah bangsa — membuat karya ini terasa relevan di tengah keresahan sosial dan politik yang tengah berkembang.
- Respons terhadap buku ini tidak hanya positif; sejumlah diskusi dan bedah buku sempat memicu kontroversi dan bahkan pembubaran acara diskusi oleh aparat di beberapa daerah — yang justru memperkuat alasan lahirnya buku ini di mata pendukungnya.
Ada kemungkinan buku-buku tersebut segera mendapatkan gelar best seller nasional dengan penjualan puluhan ribu eksemplar dalam tempo setahun. Hal itu menunjukkan besarnya respons masyarakat Indonesia terhadap buku, baik cetak maupun digital. Soal relevannya anggapan rendahnya minat baca memang patut dipertanayakan kini.