Institut Penprin menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Penyuntingan Naskah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–16.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara tatap muka di Eduplex, Bandung dan secara daring melalui Zoom.
Sebanyak empat peserta mengikuti pelatihan, dengan tiga peserta hadir langsung di Bandung dan satu peserta mengikuti kegiatan secara daring. Peserta yang hadir langsung berasal dari LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK, Padang, yaitu Dr. Agung Ramadhanu, S.Kom., M.Kom., MTA selaku Ketua LPPM serta Halifia Hendri, S.Kom., M.Kom. dan Dr. Ramdani Bayu Putra, S.E., M.M., CHRA selaku staf LPPM. Sementara itu, Musri Ali mengikuti pelatihan secara daring.
Materi disampaikan oleh Bambang Trim sebagai narasumber setelah kegiatan dibuka oleh Irma Susilowati sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Bambang Trim membahas berbagai hal tentang tugas penyuntingan dan profesi editor, termasuk penyuntingan dalam dunia akademis yang berkaitan dengan karya dosen maupun mahasiswa.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, tanya jawab, dan praktik. Peserta diperlihatkan contoh-contoh anatomi buku secara langsung menggunakan The Copyeditor’s Handbook karya Amy Einsohn. Diskusi juga berkembang pada kebutuhan LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK untuk mengaktifkan kembali penerbitan universitas, sehingga kompetensi penyuntingan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan bagi pengelola LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diharapkan memahami dunia penyuntingan dan profesi editor, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, salah satunya melalui bahan latihan yang disediakan oleh Institut Penprin. Setelah mengikuti pelatihan, tiga peserta dari LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK mengikuti sertifikasi profesi editor pada hari yang sama, yang penyelenggaraannya bekerja sama dengan LSP Penulis dan Editor Profesional.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Institut Penprin dalam mendukung peningkatan kompetensi penyuntingan yang profesional sekaligus mendorong penguatan penerbitan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan kompetensi editor yang semakin baik, pengelolaan dan kualitas penerbitan universitas diharapkan dapat terus berkembang.
