Ada dua kondisi seseorang merencanakan untuk mengubah tesis/disertasinya menjadi buku. Pertama, kondisi seseorang sudah diwisuda menjadi master atau doktor. Tesis/disertasinya sudah rampung 100%. Kedua, kondisi seseorang masih dalam tahap penyusunan tesis/disertasi.
Mana yang lebih baik? Merencanakan konversi sesudah atau sebelum penyusunn dimulai? Tentu lebih baik yang direncanakan lebih awal. Namun, jika pun sudah terlanjur selesai, bukan berarti tidak ada peluang untuk mengonversi.
Kata kunci dari konversi KTI nonbuku seperti tesis/disertasi, yaitu adaptasi, transformasi, dan etika publikasi. Adaptasi artinya Anda harus paham mengubah bentuk KTI nonbuku yang kaku menjadi buku yang lebih fleksibel, baik dari segi anatomi maupun penyajian. Anda juga harus telah memiliki orientasi terhadap buku sasaran. Apakah Anda hendak mengubahnya menjadi monograf/monografi atau buku referensi?
Transformasi artinya Anda harus mampu menulis ulang tesis/disertasi, termasuk menghilangkan bagian yang tidak diperlukan dan menambahkan informasi baru yang dapat menambah bobot penerbitan buku. Transformasi juga terjadi pada gaya penulisan buku yang lebih populer.
Etika publikasi terkait dengan hal-hal perizinan ataupun penggunaan kutipan dan sitasi, termasuk atribusi pada gambar. Karya sumber, seperti tesis/disertasi harus muncul pada daftar pustaka agar buku selamat dari tujuan swaplagiat. Deklarasi bahwa buku merupakan konversi dari tesis/disertasi juga harus muncul di dalam daftar pustaka.
Jika Anda sudah memahami dan memaklumi tiga kata kunci itu, Anda perlu mengasah keterampilan mengonversi. Dalam konteks ini, Anda boleh saja bekerja sama dengan seorang penulis profesional, baik berposisi sebagai co-writer atau ghost writer untuk secara teknis membantu Anda melakukan adaptasi dan transformasi teks sumber. Anda juga dapat bekerja sama dengan seorang editor profesional.
Hal-hal taktis yang perlu Anda ketahui atau bahkan pelajari, yaitu
- anatomi buku dan jenis-jenis buku—ketahui karakteristik buku ilmiah,
- pola penyajian buku: struktur hierarkis dan prosedural,
- teknik penulisan populer: gaya menunjukkan, memberi tahu, dan mengisahkan,
- kategori informasi, pengetahuan, dan keterampiln yang diperlukan oleh pembaca,
- daya pikat naskah,
- kutipan dan sitasi, dan
- opsi penerbitan buku.
Hanya soal waktu kapan Anda akan memulai aksi konversi dengan mempertimbangkan momentum penerbitan. Mumpung ini menjelang akhir tahun, Anda dapat menggagas rencana konversi tahun ini untuk penerbitan tahun depan. Syukurnya kami memberi peluang Anda belajar secara langsung bersama Institut Penprin.

Kegiatan BookCamp Konversi KTI Nonbuku ini terbuka untuk siapa saja, baik pencipta KTI maupun penulis/editor profesional. Karya yang dapat dikonversi juga tidak sebatas tesis/disertasi, tetapi juga dapat berupa laporan hasil penelitian atau laporan hasil pengabdian kepada masyarakat. Kami juga akan memberikan materi tentang perbedaan antara buku ajar, monograf, dan buku referensi.
Selama dua hari, Anda akan diberi kunci-kunci taktis mengonversi KTI nonbuku menjadi buku ilmiah yang bermutu sekaligus berdampak. Manfaatkan kesempatan ini, sampai berjumpa di Bandung.
